Mau Tau Tentang Mamografi ? Baca Selengkapnya Di Sini

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit pada wanita yang berbahaya.Wanita yang berisiko tinggi mengalaminya adalah wanita yang sampai usia 35 tahun belum memiliki anak,memiliki faktor keturunan dari keluarganya,suka merokok,minum alkohol dan memiliki berat badan yang berlebihan atau obesitas.Untuk itu bagi wanita khususnya yang berisiko tinggi terkena kanker payudara dan umumnya bagi semua wanita sejak dini sudah mulai menyadari untuk melakukan pemeriksaan pada payudaranya baik yang dilakukan sendiri atau dengan teknologi kesehatan seperti USG (ultrasonography) payudara.

mamografi

Menurut ketua yayasan Kesehatan Payudara Jakarta RS. Kanker Dharmais, Dr.Sutjipto,Sp.B(K) Onk,pemeriksaan payudara sebetulnyadimulai oleh wanita sendiri dengan cara SADARI yaitu pemeriksaan payudara sendiri. Setelah itu bisa dilakukan dengan USG payudara dan mamografi.

Sadari Sejak Muda

Pemeriksaan payudara yang paling mudah adalah dengan SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri.Seharusnya SADARI itu minimal sudah mulai diketahui pada wanita usia SMA tingkat akhir. Sehingga ketika berusia 19 tahun, mereka sudah mengerti apa itu SADARI dan mulai mempraktekannya.Pemeriksaan dengan SADARI ini dilakuka sebulan sekali setiap kali amndi dan diluar masa menstruasi.

Caranya adalah berdiri di depan ermin, dengan bantuan jari-jari, tangan kanan memeriksakan payudara kiri dan sebaliknya. Lakukan pemeriksaan dengan meraba keseluruhan bentuk payudara secara memutar atau naik turun untuk mengetahui apakah ada benjolan atau tidaknya pada payudara.

Menurut Dr.Sujipto, perlu diketahui bahwa 80-90% adanya tumor itu adalah karena adanya benjolan pada payudara. Untuk itu jika wanita mendapati benjolan payudara perlu dilakukan pemeriksaan oleh dokter.Karena pada usia sekitar 20 tahun,28% benjolan payudara adalah fibroadema yaitu sejenis tumor jinak.Sedangkan 5-10% adalah tumor ganas.

Sayangnya, ketika mereka mengetahui adanya benjolan melalui pemeriksaan SADARI ini,mereka judtru menjadi takut dan mendiamkannya. Sehingga ketika datang ke dokter, penyakit sudah berlanjut yag artinya sudah telat untuk diatasi.Padahal ketika mereka melakukan SADARI, hal itu bisa segera ditindak lanjuti dan diatasi sejak dini.

Wanita dengan Risiko Tinggi,Segera USG Payudara

Menurut Dr. Sutjipto, wanita dengan risiko tinggi dan dengan usia minimal 35 tahun sebaiknya sudah mulai melakukan pemeriksaan payudara dengan USG Payudara setiap tahunnya untuk bisa segera diketahui dan diatasi. USG payudara yang menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar atau citra payudara itu,berfungsi untuk mengetahui apakah benjolan yang terlihat merupakan tumor yang sifatnya padat atau yang sifatnya kista dan berisi cairan.

Semakin Tua ,Semakin Rajin Mamografi

Dr. Sujipto memberitahukan, jika sudah berusia 40 tahun,baik wanita bersiko tinggi ataupun tidak maka harus melakukan pemeriksaan payudara secara rutin yaitu dengan USG dan mamografi,dimana setiap 2 tahun sekali melakukan pemeriksaan dengan USG dan setiap 3-4 tahun sekali mencapai 50 tahun.

Setelah 50 tahun maka minimal 2-3 kali melakukan mamografi.Ketika usia telah mencapai 60 tahun lebih maka melakukan pemeriksaan mamografi 2 tahun sekali dan ketika usia sudah mencapai 70 tahun maka pemeriksaan dilakukan setiap tahun.Hal itu dikarenakan,semakin berumur usia wanita maka makin berisiko terkena kanker payudara.

Mamografi adalah suatu pemeriksaan untuk memperlihatkan jaringan payudara dengan menggunakan sinar X. Dimana pemeriksaan tersebut dapat mendeteksi atau mengetahui apakah tumor yang ada itu tumor jinak atau tumor ganas.Menurut Dr.Sujipto, pemeriksaan yang aman. Dalam menjalani pemeriksaan pun tidak ada persiapan khusus.Hal terpenting dalam melakukan pemeriksaan payudara dengan USG payudara dan mamografi adalah pasien tidak dalam keadaan menstruasi,hamil dan menyusui.

Perlukah MRI payudara?

Selain SADARI,USG payudara dan mamografi,ternyata ada pemeriksaan payudara lain yang lebih canggih dibanting dengan USG dan mamografi,yaitu MRI payudara atau Magnetic Resonance Imaging. Namun begitu,menurut Dr.Sujipto,disarankan sebagai pemeriksaan secara massal.Karena sebenarnya pemeriksaan dengan USG payudara dan mamaografi sudah sangat bagus.

Pemeriksaan dengan MRI payudara ini hanya dilakukan apabila dalam pemeriksaan mamografi ditemukan benjolan,namun secara klinis atau perabaan fisik tidak teraba.Untuk itu dokter akan meminta pasien melakukan pemeriksaan dengan MRI.Karena MRI bisa memperlihatkan gambaran adanya kanker payudara walaupun berukuran sangat kecil.

Jadi,pada intinya menurut Dr.Sujipto,pada usia muda SADARI dilakukan untuk mengetahui apakah ada benjolan pada payudara atau tidak,dimana benjolan tersebut bisa dianggap sebagai tumor awal kanker payudara. Untuk itu,janganlah menganggap remeh jika menemukan benjolan pada payudara di usia 20 tahun,tapi lakukanlah pemeriksaan ke dokter yang berkompeten di bidang tersebut.Setelah itu apabila ditemukan benjolan pada usia 35 tahun maka dapat melakukan pemeriksaan payudara dengan USG payudara untuk memastikan atau mengetahui apakah benjolan tersebut merupakan tumor atau kista.

Scroll To Top
%d bloggers like this: